Saat Sakit Hati, Coba Balas Dendam dengan Cara Berkelas Seperti Berikut

Saat Sakit Hati, Coba Balas Dendam dengan Cara Berkelas Seperti Berikut

3 minutes, 27 seconds Read

Tentang Sakit Hati

Sudah bawaan lahir bagi tiap-tiap manusia bahwa ada ruang di dalam dirinya yang bisa merasakan berbagai macam perasaan, mau itu senang ataupun sakit hati. Yang membedakan antara satu dengan yang lainnya adalah bagaimana cara mereka untuk merespon hal yang terjadi, seperti menanggapi sesuatu yang menyakiti hati tentunya. Nah, karena kita tidak punya kuasa untuk mengendalikan berbagai kelakuan super kebablasan yang orang lain berikan, kita cukup melakukan sesuatu supaya tidak makin memperburuk keadaan diri sendiri. Karena kita juga tidak akan tahu kapan manusia-manusia semprul itu berhenti melakukan perbuatannya yang menyakiti orang lain. Oleh karenanya membalas dendam dengan cara berkelas adalah pilihan yang lebih efisien daripada meladeni dengan kemarahan.

Mengapa kita harus balas dendam dengan cara yang berkelas

1. Menghindar Saat Emosi

Berbicara dan mengambil keputusan saat perasaan sedang diliputi rasa emosi adalah hal paling buruk. Kita tidak akan sadar kata-kata apa saja yang tanpa sengaja keluar hanya karena terbawa rasa marah. Marah-marah gebrak sana sini tidak selamanya membuat perasaan plong, apalagi saat menghadapi orang yang suka menyakiti hati. Awalnya memang sangat gemas untuk meluapkan segala kekesalan dengan marah-marah pada pelaku, tapi percayalah hal itu justru akan membuat mereka yang membuat kita sakit hati semakin senang, karena artinya kita berhasil terpancing dengan apa yang mereka lakukan. Jangan sampai niat kita marah-marah supaya terlihat savage justru menjatuhkan harga diri kita sendiri. Tetap bersikap tenang dalam bertindak maupun berbicara akan membuat mental mereka tersenggol.

2. Jauhi Lingkungan Toxic

Jika dirasa mental kita tidak terlalu kuat untuk menghadapi orang-orang toxic yang makin lama makin menjadi, pilihan untuk menghindari mereka adalah salah satu yang terbaik. Mungkin tidak perlu terlalu ekstrim dalam menjauhi, cukup hindari pertemuan jika tidak ada hal mendesak dan berbicara dengan mereka seperlunya saja. Menghindar dari orang-orang yang menyakiti hati bukan berarti kita kalah dalam pertempuran, bukan Games. Hanya saja kita tidak mungkin kan untuk terus berada di lingkungan tersebut dan membiarkan mood kita berantakan setiap harinya menerima perlakuan seenaknya dari mereka.

3. Memasang Senyum Paling Manis

Pilihan senyum disini menyiratkan dua hal, yang pertama memang senyum tulus dan kedua sarkasme. Nah, selain berusaha untuk tidak marah-marah di depan pelaku sakit hati, memberikan senyuman terbaik juga akan membuat mereka kena mental. Beneran deh ini, karena mereka yang menyakiti kita akan sangat senang jika melihat kita menderita. Tetap chill saja dengan terlihat haha hihi tanpa beban di depan mereka, bisa dengan tetap fokus pada diri kita sendiri dan melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia alih-alih memikirkan perkataan mereka. Membuktikan diri bahwa kita tidak terpengaruh sama sekali dengan yang mereka lakukan akan menampar ekspektasi mereka.

4. Mengajak Ketemu Langsung

Ini adalah cara paling gentle yang bisa dilakukan untuk menghadapi mereka yang hobi membuat sakit hati. Daripada sindir sana sini di sosial media yang membuat mereka semakin senang, lebih baik ajak langsung saja untuk bertemu. Bukan untuk baku hantam ya kawan-kawan, namun untuk menanyakan langsung ada permasalahan apa mereka dengan kita sehingga berbuat seperti itu. Saat sudah duduk secara berhadapan dengan si penyebab sakit hati, kita harus menunjukkan sikap paling berkelas yaitu duduk dengan tenang, angkat dagu, tatap matanya dan jangan pernah menunjukkan gelagat terintimidasi. Bicarakan dengan kepala dingin dan nada yang super santuy segala permasalahannya, makin gokil lagi bila kita masih bisa menunjukkan senyum atau smirk. Dengan melakukan cara berkelas seperti itu, sedikit banyak mereka akan menyadari bahwa telah memilih lawan yang salah. Intinya jangan sampai kita kehilangan manner hanya karena perlakuan mereka.

5. Membalas dengan Kebaikan

Pernah mendengar judul lagu dari Mbak Selena Gomez, Kill ‘Em With Kindness? Nah, hal yang sama pula bisa kita lakukan untuk membalas rasa sakit hati. Memang sangat sulit di awal untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, karena saat itu ego masih mendominasi. Namun, ketika kita bisa memulai membalas perlakuan orang yang menyakiti kita dengan kebaikan, lambat laun akan jadi kebiasaan yang menyenangkan. Jika belum bisa membalasnya langsung ke orangnya, kita bisa berbuat baik dulu ke orang-orang terdekatnya. Nah bayangkan saja, apa nggak tengsin tuh orang yang sudah membuat kita sakit hati saat kita tetap berlaku baik kepadanya? Contohnya saat mereka pernah menyebarkan kabar yang tidak baik tentang kita, eh tiba-tiba mereka mengalami kesusahan. Terus kita coba bantu, entah bantuan kita ditolak maupun diterima, ekspresi mereka pasti menyisakan hiburan tersendiri yang membuat ngakak so hard.